Selasa, 17 Desember 2013

Arti Warna

Dalam Mengaplikasikan ke dalam Desain


      Selain bentuk, warna merupakan salah satu elemen penting dalam desain. Sebab sadar atau tidak, setiap warna akan memberikan efek tersendiri bagi suatu desain dan juga yang melihat. Setiap warna, bahkan hitam putih sekali pun mengandung arti dan makna tersendiri yang dapat menyampaikan suatu pesan tertentu. Oleh karena itu, pengetahuan akan psikologi warna akan menjadi nilai plus bagi seorang desainer.
Buat kamu para calon desainer, yuk ketahui makna-makna dibalik warna berikut ini, diringkas dari creativebloq.com.
    • Warna Merah
      Arti makna warna merah; mengimplikasikan passion, energi, bahaya, agresi, kehangatan dan panas. Penelitian menunjukkan bahwa warna merah bisa menstimulasi nafsu makan, karena itulah banyak restoran atau produk makanan yang menggunakan warna merah untuk logo mereka. Warna merah anak membuat logomu terlihat lebih dinamis.

    • Warna Oranye
      Arti makna warna oranye; sering dianggap sebagai warna dari inovasi dan pemikiran modern. Warna ini juga mengandung arti muda, fun, serta keterjangkauan.

    • Warna Kuning
      Arti makna warna kuning; merupakan warna yang cerah, hangat dan bersahabat. Selain merah, warna ini juga merupakan salah satu warna yang dapat menstimulasi nafsu makan. Tetapi, kamu harus berhati-hati dalam pemakaiannya karena warna ini juga mengandung konotasi negated seperti warna yang menandakan rasa pengecut dan juga digunakan dalam rambu-rambu peringatan.

    • Warna Hijau
      Arti makna warna hijau; biasanya digunakan ketika ingin menonjolkan sifat natural dan beradab dari suatu perusahaan. Warna ini juga memiliki arti lain seperti pertumbuhan dan kesegaran, karenanya warna ini popular digunakan oleh produk-produk organik, makanan vegetarian dan produk finansial.

    • Warna Biru
      Arti makna warna biru; adalah warna yang paling sering digunakan untuk logo perusahaan. Warna ini menyiratkan profesionalisme, pemikiran yang serius, integritas, ketulusan dan ketenangan. Biru juga diasosiasikan dengan otoritas dan kesuksesan. Karena itulah warna ini populer digunakan oleh institusi financial dan badan pemerintah.

    • Warna Ungu
      Arti makna warna ungu; mengesankan kemewahan dan royalty. Warna ini sejak lama diasosiasikan dengan gereja, mengimplikasikan kebijaksanaan dan martabat. Sepanjang sejarah yang ada, warna ini telah menjadi warna dari harta dan kekayaan.

    • Warna Hitam
      Arti makna warna hitam; memiliki makna ganda yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, ia menyiratkan kekuatan dan kecanggihan, tapi disisi lain ia diasosiasikan dengan kejahatan dan kematian.

    • Warna Putih
      Arti makna warna putih; secara general dihubungkan dengan kemurnian, kebersihan, kesederhanaan dan kenaifan. Pada prakteknya, logo berwarna putih akan selalu membutuhkan bidang berwarna agar terlihat pada background putih. Oleh karena itu, perusahaan biasanya akan membuat versi berwarna dari logo putih mereka agar dapat digunakan pada background berwarna putih.

    • Warna Coklat
      Arti makna warna coklat; memiliki makna maskulin dan seringkali digunakan untuk produk-produk yang berhubungan dengan alam terbuka dan aktivitas outdoors.

  • Warna Merah Muda (Pink)
    Arti makna warna merah muda (pink); dapat menjadi warna yang menyenangkan dan menggoda, akan tetapi kesan feminin dari warna ini membuatnya sering dihindari produk-produk yang tidak ditargetkan khusus untuk wanita.
Penting bagi seorang desainer grafis untuk mengetahui psikologi warna agar logo yang dihasilkan lebih efektif dari segi tampilan dan efek yang ditimbulkan. Oh ya, perlu diingat bahwa makna dari warna di atas tidaklah mutlak; warna tersebut masih mungkin memiliki makna lain. Kamu bisa mencari tahu dari sumber lain informasi lebih lanjut mengenai makna-makna warna ini. Selamat bereksperimen dengan logomu, designers!

Sabtu, 14 Desember 2013

Design Rumah Kantor

Lokasi : Condong catur, Depok Sleman Yogyakarta
Berawal dari mahalnya Sewa ruko sebagai kantor, Akhirnya pemilik usaha tour and travel mempunyai impian atau keinginan menyulap Rumah Tinggalnya agar dapat digunakan sebagai Rumah tinggal sekaligus Sebagai kantor. Tapi tetap memisahkan fungsional rumah tinggal dengan kantor. Maka kami mencoba mewujudkan ide tersebut dalam gambar  Desain seperti pada gambar di atas.......

 Contact : Tatapanggon // 085292071128

Rumah TYpe 45

Rumah Type 45
Lokasi : Cirebon

Selasa, 19 April 2011

removal XP security 2011

XP Security 2011 Removal Guide

line

XP Security 2011 Description

Spyware Image
As just one version of a multitude of rogue security applications, XP Security 2011 sticks to traditional malware strategies by using massive quantities of fallacious scanner results and pop-up warnings to scare the PC user. Although XP Security 2011 tells you to pay registration money to make all these issues go away, XP Security 2011's very presence on your computer is a significant security risk. XP Security 2011 may block anti-malware and general security programs from running and is known to hijack web browsers. Deleting XP Security 2011 with suitable anti-malware software is the only realistic choice if you want to be rid of these symptoms.

XP Security 2011 is a Threat with an Accommodating Naming Scheme


XP Security 2011 is just one of many faces displayed by a singular rogue security program. XP Security 2011 switches its name to suit the PC XP Security 2011 infects – you will not see XP Security 2011 on a Vista computer, but you might see Vista Security 2011! In addition to changing the operating system and optionally leaving off the year tag, XP Security 2011 can also alter the middle description word: so XP Security 2011, XP AntiSpyware 2011, Vista AntiVirus, Vista Security and Win 7 Security 2011 are all possible names for the same rogue security program.

The dangers from XP Security 2011 begin with fake warnings and errors that warn you about serious infections, as you can see with the examples below:

“Privacy Threat!
Spyware intrusion detected. Your system is infected. System integrity is at risk. Private data can be stolen by third parties, including credit card details and passwords. Click here to perform a security repair.”


“Stealth intrusion!
Infection detected in the background. Your computer is now attacked by spyware and rogue software. Eliminate the infection safely, perform a security scan and deletion now.”


XP Security 2011 reports that it is turned off. Antivirus software helps protect your computer against viruses and other security threats. Click Recommendations for suggested actions you can take.

“Windows Security Center
XP Security 2011 reports that it is currently turned off. A firewall helps to protect your computer from potentially harmful content on the Internet. Click Recommendations to learn how to fix this problem.”


“XP Security 2011 Firewall Alert!
XP Security 2011 has blocked a program from accessing the Internet.
Internet Explorer is infected with Trojan-BNK.Win32.Keylogger.gen. Private data can be stolen by third parties, including credit card details and passwords.”


You're safe in ignoring these warnings, since XP Security 2011 is making up these threats to cajole you into giving money to the criminals that seed XP Security 2011 around the web. Unfortunately, many of these alerts may be used to block programs from running, preventing you from using anti-malware scanners or Windows diagnostic applications.

XP Security 2011 also has a more dangerous web browser-attacking side. Popular web browsers may be corrupted by XP Security 2011 to launch a malicious version of themselves that enables hijacking functions like the display of this message:

Internet Explorer alert. Visiting this site may pose a security threat to your system!
Possible reasons include:
- Dangerous code found in this site's pages which installed unwanted software into your system.
- Suspicious and potentially unsafe network activity detected.
- Spyware infections in your system
- Complaints from other users about this site.
- Port and system scans performed by the site being visited.

Things you can do:
- Get a copy of XP Security 2011 to safeguard your PC while surfing the web (RECOMMENDED)
- Run a spyware, virus and malware scan
- Continue surfing without any security measures (DANGEROUS)


This fake warning is used to prevent the user from accessing anti-malware and other useful resource websites. Unless you stop this rogue security program from running in the first place, you may be unable to access the online resources required to delete XP Security 2011.

Securing Your PC from XP Security 2011


You can detect XP Security 2011 active in memory as an executable with three randomized letters, but stopping XP Security 2011 from running can be difficult – XP Security 2011 launches automatically whenever another executable is launched. In some cases, you may want to register XP Security 2011 for free with this key: '1147-175591-6550.' This may cause the PC threat to tone down its attacks, making it simpler to remove XP Security 2011.

Due to Registry corruption and other complexities, removing XP Security 2011 is better done by automated software than by manually deleting files. A reboot into Safe Mode may prevent XP Security 2011 from launching in many cases and even allow clean Internet access if you use the Networking version of this boot option. With access to the latest updated anti-malware software, you can be sure of deleting XP Security 2011 down to the very last Registry entry without any further problems.

Senin, 11 April 2011

Y. B. Mangunwijaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr.
Mangun.jpg
Lahir 6 Mei 1929
Bendera Belanda Ambarawa, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Meninggal 10 Februari 1999 (umur 69)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan rohaniwan, budayawan, pengajar, arsitek, penulis
Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr. (lahir di Ambarawa, Kabupaten Semarang, 6 Mei 1929 – meninggal di Jakarta, 10 Februari 1999 pada umur 69 tahun), dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, arsitek, penulis, aktivis dan pembela wong cilik (bahasa Jawa untuk "rakyat kecil"). Dia juga dikenal dengan panggilan populernya, Rama Mangun (atau dibaca "Romo Mangun" dalam bahasa Jawa).
Romo Mangun adalah anak sulung dari 12 bersaudara pasangan suami istri Yulianus Sumadi dan Serafin Kamdaniyah.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Karier

[sunting] Sastra

Romo Mangun dikenal melalui novelnya yang berjudul Burung-Burung Manyar. Mendapatkan penghargaan sastra se-Asia Tenggara Ramon Magsaysay pada tahun 1996. Ia banyak melahirkan kumpulan novel seperti di antaranya: Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa, Roro Mendut, Durga/Umayi, Burung-Burung Manyar dan esai-esainya tersebar di berbagai surat kabar di Indonesia. Bukunya Sastra dan Religiositas mendapat penghargaan buku non-fiksi terbaik tahun 1982.

[sunting] Arsitektur

Dalam bidang arsitektur, beliau juga kerap dijuluki sebagai bapak arsitektur modern Indonesia. Salah satu penghargaan yang pernah diterimanya adalah Penghargaan Aga Khan untuk Arsitektur[1], yang merupakan penghargaan tertinggi karya arsitektural di dunia berkembang, untuk rancangan pemukiman di tepi Kali Code, Yogyakarta.

[sunting] Politik

Kekecewaan Romo terhadap sistem pendidikan di Indonesia menimbulkan gagasan-gagasan di benaknya. Dia lalu membangun Yayasan Dinamika Edukasi Dasar. Sebelumnya, Romo membangun gagasan SD yang eksploratif pada penduduk korban proyek pembangunan waduk Kedung Ombo, Jawa Tengah, serta penduduk miskin di pinggiran Kali Code, Yogyakarta.
Perjuangannya dalam membela kaum miskin, tertindas dan terpinggirkan oleh politik dan kepentingan para pejabat dengan "jeritan suara hati nurani" menjadikan dirinya beroposisi selama masa pemerintahan Presiden Soeharto.

[sunting] Kematian

Rama Mangun meninggal pada hari Rabu, 10 Februari 1999 pukul 14:10 WIB di Rumah Sakit Sint Carolus, Jakarta, setelah terkena serangan jantung saat berbicara di Hotel Le Meridien, Jakarta sebelumnya. Beliau dimakamkan di makam biara komunitasnya di Kentungan, Yogyakarta. [2]

[sunting] Pendidikan

  • HIS Fransiscus Xaverius, Muntilan, Magelang (1936-1943)
  • STM Jetis, Yogyakarta (1943-1947)
  • SMU-B Santo Albertus, Malang (1948-1951)
  • Seminari Menengah Kotabaru, Yogyakarta (1951)
  • Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius, Mertoyudan, Magelang (1952)
  • Filsafat Teologi Sancti Pauli, Kotabaru, Yogyakarta (1953-1959)
  • Teknik Arsitektur, ITB, Bandung (1959)
  • Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman (1960-1966)
  • Fellow Aspen Institute for Humanistic Studies, Colorado, AS (1978)

[sunting] Biografi

  • 1936
  • 1943
    • Tamat HIS, meneruskan ke STM Jetis, Yogyakarta.
    • Ikut kingrohosi yang diadakan tentara Jepang di lapangan Balapan, Yogyakarta.
    • Mulai tertarik mempelajari Sejarah Dunia dan Filsafat.
  • 1944
    • STM Jetis dibubarkan, dan dijadikan markas perjuangan tentara RI.
    • Ikut aksi pencurian mobil-mobil tentara Jepang.
  • 1945
  • 1946
    • Melanjutkan sekolah di STM Jetis.
    • Menjadi prajurit Tentara Pelajar, pernah bertugas menjadi supir pendamping Panglima Perang Sri Sultan Hamengkubuwono IX memeriksa pasukan.
  • 1947
  • 1948
    • Masuk SMU-B Santo Albertus, Malang
  • 1950
    • Sebagai perwakilan dari Pemuda Katolik menghadiri perayaan kemenangan RI di alun-alun kota Malang. Di sini Mangun mendengar pidato Mayor Isman yang kemudian sangat berpengaruh bagi masa depannya.
  • 1951
  • 1952
  • 1953
  • 1959
  • 1960
  • 1963
  • 1966
    • Lulus pendidikan arsitektur dan kembali ke Indonesia.
  • 1967-1980
    • Menjadi Pastor Paroki di Gereja Santa Theresia, Desa Salam, Magelang.
    • Mulai berhubungan dengan pemuka agama lain, seperti Gus Dur dan Ibu Gedong Bagoes Oka.
    • Menjadi Dosen Luar Biasa jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UGM.
    • Mulai menulis artikel untuk koran Indonesia Raya dan Kompas, tulisan-tulisannya kebanyakan bertema: agama, kebudayaan, dan teknologi. Juga menulis cerpen dan novel.
  • 1975
    • Memenangkan Piala Kincir Emas, dalam cerpen yang diselenggarakan Radio Nederland.
  • 1978
  • 1980-1986
    • Mendampingi warga tepi Kali Code yang terancam penggusuran. Melakukan mogok makan menolak rencana penggusuran.
  • 1986-1994
    • Mendampingi warga Kedung Ombo yang menjadi korban proyek pembangunan waduk.
  • 1992
    • Mendapat The Aga Khan Award untuk arsitektur Kali Code.
  • 1994
    • Mendirikan laboratorium Dinamika Edukasi Dasar. Model pendidikan DED ini diterapkan di SD Kanisius Mangunan, di Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
  • 1998
    • 26 Mei, Romo Mangun menjadi salah satu pembicara utama dalam aksi demonstrasi peringatan terbunuhnya Moses Gatutkaca di Yogyakarta.
  • 10 Februari 1999
    • Wafat karena serangan jantung, setelah memberikan ceramah dalam seminar Meningkatkan Peran Buku dalam Upaya Membentuk Masyarakat Indonesia Baru di Hotel Le Meridien, Jakarta.

[sunting] Karya Arsitektur

  • Pemukiman warga tepi Kali Code, Yogyakarta
  • Kompleks Religi Sendangsono, Yogyakarta
  • Gedung Keuskupan Agung Semarang
  • Gedung Bentara Budaya, Jakarta
  • Gereja Katolik Jetis, Yogyakarta
  • Gereja Katolik Cilincing, Jakarta
  • Markas Kowihan II
  • Biara Trappist Gedono, Salatiga, Semarang
  • Gereja Maria Assumpta, Klaten
  • Gereja Maria Sapta Duka, Mendut

[sunting] Penghargaan

  • Penghargaan Kincir Emas untuk penulisan cerpen dari Radio Nederland
  • Aga Khan Award for Architecture untuk permukiman warga pinggiran Kali Code, Yogyakarta [2]
  • Penghargaan arsitektur dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk tempat peziarahan Sendangsono.
  • Pernghargaan sastra se-Asia Tenggara Ramon Magsaysay pada tahun 1996

[sunting] Buku dan tulisan

  • Balada Becak, novel, 1985
  • Balada dara-dara Mendut, novel, 1993
  • Burung-Burung Rantau, novel, 1992
  • Burung-Burung Manyar, novel, 1981
  • Di Bawah Bayang-Bayang Adikuasa, 1987
  • Durga Umayi, novel, 1985
  • Esei-esei orang Republik, 1987
  • Fisika Bangunan, buku Arsitektur, 1980
  • Gereja Diaspora, 1999
  • Gerundelan Orang Republik, 1995
  • Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa, novel, 1983
  • Impian Dari Yogyakarta, 2003
  • Kita Lebih Bodoh dari Generasi Soekarno-Hatta, 2000
  • Manusia Pascamodern, Semesta, dan Tuhan: renungan filsafat hidup, manusia modern, 1999
  • Memuliakan Allah, Mengangkat Manusia, 1999
  • Menjadi generasi pasca-Indonesia: kegelisahan Y.B. Mangunwijaya, 1999
  • Menuju Indonesia Serba Baru, 1998
  • Menuju Republik Indonesia Serikat, 1998
  • Merintis RI Yang Manusiawi: Republik yang adil dan beradab, 1999
  • Pasca-Indonesia, Pasca-Einstein, 1999
  • Pemasyarakatan susastra dipandang dari sudut budaya, 1986
  • Pohon-Pohon Sesawi, novel, 1999
  • Politik Hati Nurani
  • Puntung-Puntung Roro Mendut, 1978
  • Putri duyung yang mendamba: renungan filsafat hidup manusia modern
  • Ragawidya, 1986
  • Romo Rahadi, novel, 1981 (terbit dengan nama samaran Y. Wastu Wijaya)
  • Rara Mendut, Genduk Duku, Lusi Lindri, novel Trilogi, dimuat 1982-1987 di harian Kompas, dibukukan 2008
  • Rumah Bambu, kumpulan cerpen, 2000
  • Sastra dan Religiositas, kumpulan esai, 1982
  • Saya Ingin Membayar Utang Kepada Rakyat, 1999
  • Soeharto dalam Cerpen Indonesia, 2001
  • Spiritualitas Baru
  • Tentara dan Kaum Bersenjata, 1999
  • Tumbal: kumpulan tulisan tentang kebudayaan, perikemanusiaan dan kemasyarakatan, 1994
  • Wastu Citra, buku Arsitektur, 1988

[sunting] Buku tentang Romo Mangun

  • Romo Mangun Di Mata Para Sahabat, Abdurrahman Wahid; Kanisius, 1999
  • Y.B. Mangunwijaya, Pejuang Kemanusiaan, Priyanahadi, dkk; Kanisius, 1999
  • Tektonika Arsitektur Y.B. Mangunwijaya, Eko A. Prawoto; Cemeti Art House Yogyakarta, 1999
  • Romo Mangun Imam bagi Kaum Kecil, Purwatma, Pr.; Kanisius, 2001
  • Y.B. Mangunwijaya : Karya dan Dunianya, B. Rahmanto; Grasindo, 2001
  • Mendidik Manusia Merdeka, Romo Y.B. Mangunwijaya 65 Tahun, Sumartana, dkk; Institut Dian/Interfedei dan Pustaka Pelajar, 1995
  • Mengenang Y.B. Mangunwijaya, Pergulatan Intelektual dalam Era Kegelisahan, Sindhunata; Kanisius, 1999
  • Menjadi Generasi Pasca-Indonesia, Kegelisahan Y.B. Mangunwijaya; Kanisius, 1999
  • Romo Mangun Sahabat Kaum Duafa, Iip D. Yahya dan I.B. Shakuntala; Kanisius, 2005

[sunting]